Selasa, 15 Juni 2010

Melinting

Melinting adalah salah satu marga di Suku Lampung. Terdiri dari pitu (tujuh) tiuh (desa).
1. Tiuh Meringgai.
2. Tiuh Tebing.
3. Tiuh Tanjung Aji.
4. Tiuh Wano.
...5. Tiuh Nibung.
6. Tiuh Pempen.
7. Tiuh Ngeragung.
Kepemimpinan
dalam Keratuan Melinting dipimpin oleh seorang Ratu Sultan Melinting.
Bawahannya adalah Seorang Bandar Melinting, membawahi para penyembang
dari 7 tiuh dalam wilayah adat Keratuan Melinting. Merekalah yg menjadi
pengayom, pengurus adat pernikahan para rakyat Peribumi Keratuan
Lampung Melinting.

Melinting baru atau Melinting Kecamatan
adalah hasil pemekaran kecamatan induk Labuhan Maringgai, saat
Reformasi Indonesia. Kecamatan Melinting terdiri dari 6 desa. 2
wilayah, barat dan timur. 3 desa wilayah barat : Desa Wana, Desa
Sumberhadi, Desa Itik Rendai dan 3 desa wilayah timur :
Desa Tanjung Aji, Desa Tebing, Desa Sido Makmur.
Hasil
bumi : Lada, kelapa, pisang, coklat, pepaya, padi, jagung, buah2an
musiman ( durian, cempedak, duku, dll). Kehidupan masyarakat damai,
tenang, persatuan dan kesatuannya kuat. Bumi Melinting cukup subur.
Sehingga membuai penduduk pribumi tidak perlu pupuk dalam bercocok
tanam,
tapi berbeda dengan penduduk baru mereka aktif menggunakan pupuk. Hasil
pun jauh berbeda, lebih banyak hasil pertanian yang gunakan pupuk.
Penduduk pribumi masih berpola hidup tradisional. Rumah panggung dari
kayu alam, masih menjadi ciri khas bangunan lamanya. Potensi Melinting
belum begitu banyak di berdayakan, dari sisi seni budaya, keahlian,
sosial, ekonomi, pariwisata, dll.

alm RESMI BUSTOMI - 5 JUNI 2017